Blog

Beberapa Fakta Tak Menyenangkan Selama Kuliah Daring

Kuliah daring merupakan salah satu kegiatan yang tak asing lagi bagi seluruh mahasiswa di Indonesia, bahkan dunia. Sebagai salah satu dampak dari pandemi Covid-19, kuliah daring ternyata sempat disenangi oleh beberapa mahasiswa sebelum pada akhirnya dihujat habis-habisan oleh mahasiswa itu sendiri. Beberapa hal menyenangkan selama kuliah daring terletak pada efisiensi waktu; yakni bisa tetap melaksanakan kuliah sambil melanjutkan aktivitas rebahan di atas kasur. Rata-rata mahasiswa pasti menyetujui hal tersebut. Terlebih pada mahasiswa yang menyandang status sebagai seorang introvert, pasti surga dunia! Tak perlu repot-repot bertemu dan berinteraksi dengan orang lain secara langsung, perkuliahan tetap berjalan walau tak seperti biasa.

Namun, jika dilihat dari sudut pandang tenaga pengajar maupun mahasiswa yang tak menyandang status “introvert”, kuliah daring justru menjelma bak malapetaka. Pasalnya, tenaga pengajar dituntut untuk menguasai berbagai jenis platform online yang menjadi medium penyampaian materi kepada mahasiswa. Belum selesai sampai situ, tenaga pengajar juga dituntut menjadi sosok yang kreatif, sebab kegiatan belajar mengajar yang tak hanya sebatas teori belaka, melainkan ada beberapa mata kuliah yang mengharuskan hadirnya praktikum di dalamnya. Bagi mahasiswa yang tak menyandang status “introvert”, kuliah daring tampak menjadi neraka di tengah dunia nyata. Bagaimana tidak, sehari-hari mahasiswa tipe ini senangnya bersosialisasi dan beraktivitas ke sana ke mari dengan aktif, setelah datangnya pandemi Covid-19, malah dipaksa berdiam diri di rumah sembari menikmati pembelajaran di depan layar monitor. Ya jelas ramashoook!

Seiring berjalannya kuliah daring, beberapa fakta tak menyenangkan juga tampak bermunculan di mana-mana, sesuai judul artikel ini, kita akan membahas beberapa fakta tak menyenangkan yang hadir selama kuliah daring berlangsung. Apa sajakah fakta-fakta tersebut? Mari kita simak ulasan berikut:

#1 Tak Dapat Kuota Gratis Kemendikbud

Beberapa mahasiswa mengaku belum mendapatkan kuota gratis dari Kemendikbud, padahal mereka sudah mendaftarkan nomor telepon mereka saat registrasi sejak awal mula pandemi. Melihat teman-teman mereka mendapatkan kuota gratis Kemendikbud, kaum ini kerap kali terlihat bermisuh ria meratapi nasibnya yang harus bolak-balik membeli paket internet akibat kuliah daring yang membutuhkan banyak kuota. Bagi kaum di atas, yang sabar ya. Semua yang terjadi pasti ada hikmahnya kok. Salah satunya kamu bisa jadi rajin menabung dikarenakan harus membeli paket internet terus-menerus. Menabung itu merupakan kebiasaan yang baik, bukan?

#2 Nasib Dosen yang On-Cam Sendirian

Tak jarang dosen masuk dan menerangkan materi ke dalam sebuah kelas daring yang satupun mahasiswanya tak ada yang on-cam (mengaktifkan kamera). Beberapa alasan yang dapat kita rangkum adalah masalah jaringan yang kurang memadai, belum bersiap diri, dan memang keinginan dosennya sendiri sebab jaringan yang sedikit lebih berat jika on-cam dilakukan. Namun, tak jarang pula dibalik itu semua, ada beberapa alasan yang dikarang sendiri oleh mahasiswa. Entah memang karena terlampau malas untuk bersiap diri ataupun biar gak ketahuan kalau sedang main game sambil kuliah. Mari kita doakan semoga dosen yang sering on-cam sendirian dimurahkan rezeki dan diberi kesehatan selalu, ya. Aamiin.

#3 Nasib Mahasiswa yang Doyan Terpental dari Meeting

Tentu saja ini ulah dari jaringan yang tak bersahabat. Terkadang malah datang pada momen-momen genting, di saat jaringan stabil memang diperlukan, seperti ketika nama kita sedang dipanggil oleh dosen untuk ditanyai saat meeting berlangsung, di saat itu pula jaringan berulah. Alhasil, dosen akan berasumsi yang enggak-enggak. Dosen berpikir kalau kita kabur dan menghindar, walau sebenarnya niatnya memang begitu hehe.

#4 Deadline Menumpuk

Secara sengaja, deadline kampus kian bertambah. Dari yang semula hanya mengerjakan satu atau dua tugas dalam seminggu, semenjak kuliah daring justru menjadi satu atau dua tugas dalam sehari. Sudahlah materi masih setengah dipahami, sudah diberi tugas lagi dan lagi. Hadeh…

#4 “Terima kasih, Bu” berjamaah

Ini menjadi salah satu fakta yang paling iconic dalam dunia perdaringan. Pasalnya, saat dosen hendak mengakhiri suatu kelas, maka beliau akan dibanjiri dengan ucapan “Terima kasih, Pak” atau “Terima kasih, Bu” dari para mahasiswanya yang padahal selama kuliah berlangsung ngescroll tiktok mendengarkan secara seksama. Oke, itu masih wajar. Nah, bagaimana jika informasi yang diberikan oleh dosen sudah ditambahi dengan kalimat “Jangan dibalas lagi” tapi tetap saja dibanjiri dengan  “Terima kasih, Pak”? Apa tidak emosi itu dosen, Bun?

Sekian pemaparan mengenai fakta tak menyenangkan yang kita temui selama diterapkannya sistem pembelajaran daring. Mungkin masih banyak lagi fakta tak mneyenangkan lainnya yang belum sempat dituliskan dalam artikel ini. Kalau kamu masih punya fakta tak menyenangkan lainnya, boleh kasih tau kita di kolom komentar, ya!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button